Serangan teroris 11 September, 2001 yang meruntuhkan gedung World Trade Center dan menewaskan lebih dari 3000 orang mengubah kebijakan Presiden George W. Bush. Kita semua mungkin setuju bahwa kita mengutuk serangan itu. Sejak kejadian itu, Presiden Bush, membentuk Homeland Security ( Sistem Keamanan Negara yang baru). Homeland Security membuat negara AS kaku dan ketat apalagi ketika berhadapan dengan masyarakat dunia terutama di negara-negara berkembang.
Sejak berdirinya Homeland Security, jauh sebelumnya, saya telah memprediksi bahwa AS akan jatuh dalam bidang ekonomi keuangan. Homeland Security sering melakukan penagkapan - penangkapan begitu saja (tanpa alasan yang sungguh jelas), tidak lagi memperhatikan hak asasi manusia seutuhnya. Sikapnya membuat orang-orang takut tinggal di AS, terutama imigran, penduduk tetap (permanent resident) dan pengunjung (Visitor) dari orang luar negeri. Perkembangan lebih lanjut adalah menyebabkan banyak orang meninggalkan Amerika Serikat dan orang-orang yang takut berkunjungan ke Amerika Serikat. Seolah-olah disini Amerika tidak memerlukan bangsa lain.
Jika saya bandingkan dengan Indonesia adalah Presiden Soeharto yang sama ketika menangkap dan menahan orang dengan alasan PKI (PKI adalah gerakan komunis Indonesia). Dia tidak lagi mempertimbangkan hak asasi manusia, sehingga semua orang-orang pada takut dan orang-orang menjadi tidak berkembang. Akibatnya, negara tidak akan berlangsung. Bahkan, seluruh dunia terkena dampaknya. Sehingga George W. Bush sama dengan Soeharto. Akibatnya, negara tidak akan ada progress (maju). Kemudian negara cenderung menurun di semua sektor.
Barack Obama tampaknya tahu tentang hal-hal di atas. Sebagai bukti, maka Ia akan menutup penjara Guantanamo, setelah resmi menjadi president. Nah, artinya, hak asasi manusia hidup kembali. Ini juga berarti, demokrasi hidup kembali. Kemudian orang-orang di seluruh dunia sepertinya ingin ke Amerika Serikat lagi.
Sekarang, bagaimana cara menyelamatkan bisnis properti di Amerika Serikat?
Pertama, kita berpikir, Kita benar-benar setuju dengan Obama's bailout program. Namun siapa yang akan membeli?
Kedua, Kami punya rencana khusus untuk bisnis properti.
Dalam banyak fakta, pembeli properti di Amerika Serikat (rumah, apartemen, dsb) kebanyakan adalah orang-orang dari negara-negara berkembang, dan mereka membeli sebagian besar patungan atau sharing. Sangat penting bagi mereka agar hidup lebih nyaman dan bebas daripada harus menyewa apartemen atau rumah setiap bulan. Namun demikian, banyak dari mereka yang statusnya tidak jelas (seperti imigran ilegal). Namun walaupun l imigran ilega, mereka dapat bekerja atau berbisnis di AS seperti warga atau penduduk tetap AS. Beberapa dari mereka memiliki Social Security Number (SSN). Kadang-kadang mereka tidak tahu bahwa surat mereka terkadang adalah surat palsu. Anehnya, ketika dicek ke kantor SSN seperti nampak asli dan dapat bekerja secara legal di US. Nah orang-orang inilah yang meninggalkan Amerika Serikat, dan yang meninggalkan banyak properti (rumah, apartemen) dan termasuk mobil. Dalam beberapa tahun kemudian menjadi kenyataan antara pemikiran dan fakta, yaitu bahwa industri properti dan industri mobil mulai jatuh.
Sekarang, Kami berharap Obama dapat membuka keran untuk membuka kembali imigran ilegal yang dapat menampung jumlah tertentu, dan yang pernah tinggal di sana, dan membuat imigran menjadi jelas statusnya. Mudah-mudahan, Obama dapat membuat jenis kartu baru selain kartu hijau (greencard). Misalnya, kartu merah, di mana orang dapat hidup di sana sama seperti kartu hijau, tetapi tidak perlu ada fasilitas dari pemerintah jika sakit atau ketika pensiun. Kita percaya bahwa mereka dapat langsung membeli rumah & mobil, dan juga membawa modal ke Amerika Serikat. Selain itu, jika ingin melawan harga murah dari barang-barang asali Cina, Anda membutuhkan tenaga kerja yang lebih murah. Selanjutnya, mereka dapat membantu membangkitkan ekonomi AS di segala sektor ekonomi.
















0 komentar:
Posting Komentar